KEAMANAN
MAKANAN DAN HYGIENE SANITASI MAKANAN
Keamanan
Makanan
Upaya diperlukan untuk mencegah makanan dari
kemungkinan cemaran biologis, kimiawi, dan benda lain yang dapat mengganggu,
merugikan, dan membahayakan kesehatan, sehingga menjadi hal yang mutlak harus
dipenuhi dalam proses pengolahan makanan di rumah sakit.
Upaya untuk menjamin keamanan makanan adalah dengan
menerapkan jaminan mutu yanvg berdasarkan keamanan makanan.
Penerapan
Prinsip Keamanan Makanan
1.
Good Manufacturing Practces (GMP)
2.
Hygiene dan Sanitasi Makanan ( Penyehatan Makanan)
3.
Penggunaan BTM (Bahan Tambahan Makanan)
Pemilihan Bahan Makanan
1. Memilih
dan ciri-ciri makanan yang berkualitas
2. Tanda
kerusakan bahan makanan
3. Penggunaan
BTM (Bahan Tambahan Makanan)
Ciri-ciri bahan
makanan yang berkualitas
1. mutu bahan makanan
2. kebutuhan bahan makanan
3. kebersihan bahan makanan
4. keamanan bahan makanan
Tanda kerusakan
bahan makanan
1. Daging
: bau busuk, ada lendir, perubahan warna dan rasa.
2. Ikan
: bau busuk, ada lendir, perubahan warna kulit dan daging tidak kenyal lagi.
3. Susu
: perubahan warna dan rasa, ada gumpalan, ada lendir dan bau tengik.
4. Telur
: penurunan berat, kantung telur membesar, ada bintik-bintik warna
hijau/hitam/merah.
5.
Sayur dan buah : bentuk memar (benturan), layu, ada
bau alkohol dan asam, lunak (ada air)
6. Biji,
kacang dan umbi : perubahan warna dan ada bintik-bintik berwarna.
7. Minyak
goreng : digunakan tidak boleh lebih dari 2x
8. Saus
: Mutu rendah : harga murah, mencolok, kemasan tidak bermerek, rasa pahit (saat
dikonsumsi
Hygiene
dan Sanitasi Makanan
Pengertian
Higiene adalah usaha kesehatan preventif yang menitik
beratkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu. Sedangkan sanitasi adalah
usaha kesehatan lingkungan lebih banyak memperhatikan masalah kebersihan untuk mencapai
kesehatan.
Tujuan
Kegiatan
penyehatkan makanan dan minuman di RumahSakit ditujukan untuk :
- Tersedianya makanan yang berkualitas baik dan aman bagi kesehatan konsumen
- Menurunnya kejadian resiko penularan penyakit atau gangguan kesehatan melalui makanan.
- Terwujudnya perilaku kerja yang sehat dan benar dalam penangganan makanan.
Hygiene
Tenaga Penjamah Makanan
Kebersihan dalam pengolahan makanan yang aman dan
sehat, karena penjamah makanan juga merupakan salah satu vektor yang dapat
mencemari bahan pangan baik berupa cemaran fisik, kimia maupun biologis.
Hygiene
Peralatan Pengolah Makanan
Upaya-upaya untuk menghindari pencemaran pangan dari
peralatan yang kotor hal-hal berikut :
• Gunakanlah
peralatan yang mudah dibersihkan. Peralatan yang terbuat dari stainless
steel umumnya mudah dibersihkan. Karat dari peralatan logam dapat menjadi
bahaya kimia dan lapisan logam yang terkelupas dapat menjadi bahaya fisik jika
masuk ke dalam pangan.
•
Bersihkan
permukaan meja tempat pengolahan pangan dengandeterjen/sabun dan air bersih dengan benar.
• Bersihkan
semua peralatan termasuk pisau, sendok, panci, piring setelah dipakai dengan
menggunakan deterjen/sabun dan air panas.
•
Letakkan
peralatan yang tidak dipakai dengan menghadap ke bawah
•
Bilas
kembali peralatan dengan air bersih sebelum mulai memasak. Kebersihan peralatan
pengolahan dapat dijaga dengan menerapkan cara pencucian peralatan yang benar
dan tepat.






0 komentar:
Posting Komentar