HAL PENTING YANG HARUS DIKETAHUI DARI ANEMIA
Kita akrab sekali dengan istilah anemia. Namun, bisa jadi wawasan kita
ihwal anemia sebatas kurang zat besi. Anemia acap diartikan sebagai
serba lemah belaka. Padahal, makna anemia bisa juga berarti lebih dari
sekadar pucat, lesu, dan lemah belaka. Anemia sendiri berdampak luas
terhadap kesehatan. Dan, itu bukan semata milik orang yang tak cukup
makan dan tak lengkap gizinya belaka. Orang gedongan dan banyak orang
modern mengidap anemia, sering tanpa mereka menginsafinya. Apa yang
sebetulnya terjadi?
Ibu Dewi, 43 tahun, tidak tahu kalau ia anemia. Yang
dikeluhkan sering pusing, lemah, dan lekas letih saja. Tak jelas
kelihatan ia bertambah pucat. Teman-teman yang setiap hari bertemu, tak
melihat ada perubahan berarti pada paras wajah Bu Dewi. Ia bekerja
seperti biasa. Baru ketika bertemu dengan dokter, Ibu Rus dicurigai anemia. Dokter
melihat bukan saja kulit wajah Bu Dewi lebih pucat dari orang
kebanyakan. Telapak tangan dan kelopak mata bagian dalam Bu Dewi
kelihatan pucat. Itu cara mudah dokter menilai anemia tidaknya
seseorang.
Tetapi, makan Ibu Dewi tidak berkurang. Ia tergolong pemakan segala,
tak ada makanan yang ia tak suka. Berat badannya pun tidak susut. Bahkan
semenjak ia mengeluh lesu, ia menambah porsi makan dan mengonsumsi
ekstra vitamin yang dibelinya sendiri. Tak urung, keluhan yang
mencemaskannya tak berkurang.
“Myoma uferi”
Lebih dari sekadar hanya anemia. Di balik keluhan yang tak kunjung
mereda itu ternyata ada yang mencemaskan. Ibu Dewi mengidap myoma. Ada
tumor jinak di dalam rahimnya. Dokter mengira sudah lebih setahun tumor
itu bersarang di pojok rahimnya. Diperkirakan sudah sebesar buah duku.
Tumor jinak rahim itulah penyebab anemia Bu Dewi. Kita tahu, myoma uteri bersifat “makan” darah. Pengidap tumor
jinak ini akan kekurangan zat pemerah sel darah merah atau
haemoglobin-nya. Waktu diperiksa, kadar Hb-nya sekitar 7 g/dl. Nilai itu
jauh di bawah nilai normal yang sekitar 12 g/dl.
Ibu Dewi baru sadar kalau belakangan haidnya bertambah banyak. Ia
mengira karena ia sudah mulai mau menopause. Kata teman-temannya,
menjelang menopause, haid jadi bertambah banyak. Ia tak merasa apalagi
mengira kalau itu sebab ada daging bertumbuh di dalam rongga rahimnya.
Gejala myoma tak hanya itu. Makin lama tumor jinak akan kian
bertambah ukuran besarnya. Makin bertambah besar myoma-nya makin
bertambah berat anemia yang terjadi. Namun, oleh karena keluhan dan
gejala umumnya belum terasakan sebelum myoma cukup besarnya, maka anemia
harus menjadi petunjuk lain yang tak boleh .






0 komentar:
Posting Komentar